NEWS

atasi Campak dengan Kelapa Muda

Saat usia 6 tahun, saya pernah mengidap penyakit campak. Kemudian ibu saya memberikan air kelapa muda yang diaduk rata dengan kuning telur ayam kampung selama 3 hari. Setelah itu  kondisi saya berangsur  pulih. Ibu  saya beranggapan bahwa air kelapa muda dapat menurunkan panas dan menyembuhan penyakit campak. Ini merupakan resep turun menurun. Tetapi benarkah air kelapa muda berkhasiat mengobati penyakit campak?

Mega Silviah, Tangerang

Air kelapa muda memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk tubuh, diantaranya potasium (kalium) dan vitamin C. salah satu penyebab campak yakni  karena turunya daya tahan tubuh. Dalam hal ini, kandungan mineral dan protein serta vitamin C pada air kelapa muda berfungsi untuk memperbaiki sel-sel dalam tubuh yang akan meningkatkan daya tahan tubuh,khususnya pada penderita campak. Jadi resep turun menurun itu terbukti membantu proses penyembuhan penyakit campak.

MALARIA

Banyumas (November, 2009) – pemerintah desa Watuagung, kecamatan Tambak mencatat 115 warganya terkena malaria bahkan telah merenggut korban jiwa.

Hal ini merupakan fenomena yang terjadi setiap tahunnya. Lingkungan yang kotor merupakan faktor utama berkembangnya penyakit ini. Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan Parasit Plasmodium yang ditularkan melalui nyamuk Anopheles.

UNICEF  sedang menggalakkan program eliminasi penyakit malaria di Indonesia. Pada tahun 2010, Jakarta, Bali, dan Barelang Binkar ditargetkan bebas penyakit malaria. Jawa, Aceh, dan Kep. Riau ditargetkan pada tahun 2015. Sumatera, NTB, dan Kalimantan ditargetkan tahun 2020. Sedangkan pada tahun 2030 Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT jadi sasaran berikutnya. Khusus untuk Sabang dan NAD program ini sudah berjalan dan ditargetkan selesai pada tahun 2013. Di Sabang telah dilantik juru-juru malaria lingkungan yang akan membantu kelancaran program eliminasi.

Untuk mengantisipasinya masyarakat dapat melakukan pencegahan yakni, dengan cara menghindari kontak langsung dengan nyamuk dan meniadakan tempat berkembangbiak nyamuk di lingkungan sekitar.,

Adapun gejala malaria diantaranya :

>  Demam, kepala terasa berat dan kadang-kadang terasa pusing. Nafsu

makan berkurang dan lidah terasa pahit saat makan.

>  Sering merasa mual dan mau muntah.

>  Suhu badan naik kadang hingga 40° C melalui tiga tingkatan :

  1. Tingkatan menggigil kira-kira 30 – 60 menit
  2. Tingkatan panas kira-kira 3-4 jam
  3. Tingkatan berkeringat kira-kira 2-4 jam

>  Limpa bengkak dan terasa sakit bila dipijit

>  Muka pucat karena banyak kehilangan sel darah merah

Perawatan

Pertolongan pertama untuk penderita malaria :

>   Baringkan dan selimutilah penderita dengan selimut tebal atau kain

panas pada saat serangan menggigil dimulai.

>   Kompres kepala dengan air dingin yang diberi campuran gilingan daun

dadap srep, ades, dan pulosari.

>   Usahakan agar penderita tiap hari dapat memperoleh sayuran ( daun

bayam, daun singkong, daun kelintang, potroseli) dan buah-buahan

masak  tua di pohon ( papaya, jeruk, jambu monyet, nanas)

>   Bila limpa penderita terasa sakit maka demahlah dengan air panas yang

dimasukan kedalam botol.

>   Usahakan supaya penderita sering mandi dengan air panas/ berendan dengan air     panas/ hangat.

Pengobatan malaria ini tidak hanya dilakukan secara medis, kita juga dapat melakukan pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan yang tersedia di alam seperti :

Kina

Penderita malaria dapat mengonsumsi air seduhan kulit pohon kina

Daun sambilata/sambiloto yang dicampur dengan madu.

Setengah genggam daun sambiloto dicuci kemudian direbus dengan tiga gelas air bersih, biarkan hingga tinggal ¾ gelas. Sesudah dingin disaring, campurkan dengan dua sendok makan madu, aduk sampai rata. Di minum 3x sehari @ ¾ gelas

Serbuk biji mahoni dan madu.

Setengah sendok the serbuk mahoni diseduh dengan ¼ cangkir air panas dan dicampur dengan 1 sendok makan madu, lalu diaduk sampai rata. Dalam keadaan hangat-hangat kuku diminum 3x sehari.

Daun papaya dengan garam

Cuci daun papaya yang masih agak muda dan segar lalu ditumbuk halus serta diberi sedikit garam  kemudian diaduk dengan air matang. Diminum 3x sehari

Rimpang temulawak dan madu

Rimpang temulawak sebesar ¾ jari dicuci dan diparut, diperas dengan sedikit air  lalu disaring kemudian diaduk dengan madu. Diminum 3x sehari @ 2 sendok makan.

GOOD LUCK……..

OoooooooO

Kematian Bayi dan Daun Katuk

Daun Katuk Bisa Menekan Angka Kematian Bayi?

Daun katuk, tanaman yang bukan hanya enak untuk dikonsumsi ternyata juga mengandung banyak manfaat lainnya. Salah satu diantaranya daun katuk dapat menekan angka kematian bayi. Sebagaimana yang kita ketahui bersama,Angka kematian bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan Negara tetangga, seperti Brunei, Singapura, dan Malaysia angka kematiannya masih lebih tinggi.

Angka kematian bayi di Indonesia rata-rata 34 bayi per 1.000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan lima tahun lalu angka tersebut tidaklah menggembirakan. Pada tahun 2003 angka kematian bayi 35 per 1.000 kelahiran hidup, artinya tidak ada perubahan yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun.

Menurut Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, Badriul Hegar, penyebab kematian bayi berusia dibawah satu bulan dikarenakan berat badan rendah (29%), gangguan pernapasan (27%), dan masalah nutrisi (10%).

Untuk menekan angka kematian bayi usaha yang mesti dilakukan ialah upaya preventif dan promotif. Usaha promotif melalui promosi penggunaan air susu ibu, nutrisi adekuat, kebersihan diri, dan lingkungan. Sedangkan upaya preventif antara lain melalui imunisasi dasar. Juga fasilitas pengobatan tingkat komunitas melalui fasilitas seperti puskesmas.

Dalam talkshow bertajuk “Di Balik Kematian Bayi dan Balita” dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2009, Ketua Sentra Laktasi Indonesia Utami Roesli mengatakan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) bisa menekan kematian bayi sampai 22 persen. Praktik pemberian ASI secara ekslusif selama enam bulan akan menurunkan kematian bayi sampai 13 persen.

Hal ini tentunya menjadi kabar gembira sekaligus peringatan bagi kaum ibu. Pemberian ASI kepada bayi bukan hanya sebagai wujud kasih sayang seorang ibu, melainkan akan berpengaruh besar terhadap perkembangan bayi mereka kelak. Untuk itu diperlukan penggalakan pemberian ASI eksklusif minimal selama enam bulan kepada bayi.

Tidak perlu khawatir dengan kemungkinan tidak dapat memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan sang ibu untuk mengatasi masalah ini.sang ibu tinggal memilih, mengonsultasikan sejak dini kepada dokter atau berpaling kepengobatan alternatif yang alami.

Sejak zaman nenek moyang dulu kita sering mendengar daun katuk baik untuk meningkatkan produksi ASI . Daun katuk diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Penelitian mengenai daun katuk oleh Prof. Sardjono Santoso dari Universitas Indonesia membuktikan bahwa ekstrak daun katuk sangat efektif untuk meningkatkan produksi ASI.

Laktoferin merupakan bahan bioaktif dalam susu yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel kekebalan tubuh. Laktoferin sering digunakan dalam panelitian biomedis baik in-vivo maupun in-vitro (kultur jaringan) untuk mencegah maupun mengobati beberapa penyakit tertentu.
Di dalam daun katuk diduga terkandung polifenol dan steroid yang berperan dalam refleks prolaktin atau merangsang alveoli untuk memproduksi ASI, serta merangsang hormon oksitosin untuk memacu pengeluaran dan pengaliran ASI. Daun katuk juga mengandung beberapa senyawa alifatik.

∞∞∞

DBD VS JUS

Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat ditakhlukan dengan jus???

Hal ini terdengar tidak mungkin, mengingat telah banyak korban jiwa mulai dari anak-anak, hingga dewasa pun tak luput dari penyakit ini. Penyakit yang dibawa oleh nyamuk  Aedes aegypti ini merupakan penyakit yang cukup berbahaya. Bahkan pemeritah pun telah banyak memberikan penyuluhan, guna memberikan informasi atau sekedar mengingatkan masyarakat terhadap penyakit ini.

Namun berdasarkan pengalaman yang diceritakan Rianai Budiharsana,ND,CT mengenai penyakit DBD yang diderita anaknya, Ryan yang kami dapat dari majalah Nirmala edisi Maret 2007, cukup meyakinkan bahwa jus dapat menaklukan DBD.

Setelah hasil laboratorium menunjukan Ryan positif terkena DBD. Adapun lembar hasil laboratorium Ryan tertulis, Eritrosit (sel darah merah) tertulis 4.80, lekosit (sel darah putih) tercatat 9.3, cukup tinggi, untuk anak seumur Ryan, normalnya antara 6-8. trombositnya yang seharusnya lebih dari 250.000, hanya 227.000. berarti, turun 23.000 poin. Hasil ini jelas Ryan terkena DBD, karena dengue-nya tercatat 1.69 (normal 0.9).

Hal ini tidak membuat Riani lekas panik. Ia mencoba mencari solusi terbaik. Keluarga Riani merupakan keluarga yang memiliki pola hidup sehat, dengan mengonsumsi jus setiap harinya. Karena mereka meyakini khasiat yang terdapat pada jus dari buah-buahan dan sayuran  lebih banyak dan lebih aman untuk dikonsumsi setiap harinya dbanding obat-obatan berbahan kimia.

Selama kurang lebih tiga hari Riani mengharuskan Ryan mengonsumsi jus, dengan berbagai macam rasa. Adapun jus yang Riani pilih antara lain jus bit, jus wortel, jus apel, jus jeruk, jus lemon, aloe vera, dan air putih. Selain itu selam tiga hari Ryan melakukan puasa makan nasi. Hali ini merupakn metode tercepat dalam proses detoksifikasi, karena dengan berpuasa proses pembuangan toksin (racun) dan penyembuhan berlangsung dengan optimal. Al hasil, setelah mengonsumsi jus dan istirahat cukup leokosit Ryan yang semula 9.3 turun menjadi 6.8, trombosit yang semula 227.000 menjadi 267.000.

Dari pengalaman Ryan, terbukti bahwa pasien DBD hanya butuh cairan (liquid), baik berupa jus maupun air putih. Asal bukan minuman pengawet. Andapun dapat membuat jus sendiri yakni dengan mencampukan beberapa buah atau sayur. Disarankan  jus papaya dicampurkan dengan jeruk dan lemon atau campuran nanas, bit dan wortel.. jus jambu merah juga terbukti ampuh menaikan trombosit. Bahkan anda juga bisa memasukan bawang putih yang di keprek, kemudian diperas dan dimasukan kedalam jus.  Karena fungsi bawang putih sama dengan aloe vera,  hasilnya sama saja seperti anda mengonsumsi antibiotik yang diberikan dokter.

Dalam kondisi ini daya tahan tubuh menjadi pusat prhatian. Daya tahan tubuh harus normal, agar virus-virus tidak merajalela di tubuh anda. Asupan makanan yang memiliki nilai gizi dan vitamin tinggi sangat dibutuhkan. Salah satu diantaranya adalah makanan (buah atau sayuran) yang mengandung vitamin C tinggi. Karena fungsi vitamin C tersebut yakni meningkatkan daya tahan tubuh. Adapun makanan (buah-buahan dan sayuran) yang banyak mengandung vitamin C yaitu jeruk, tomat, anggur, stowberi dan jambu merah.

Pada intinya semua penyakit, meski terdeteksi berbahaya (dalam pengawasan) dapat dihindari atau bahkan disembuhkan dengan pola hidup sehat, yang diantaranya dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup setiap harinya.

So, kapan lagi kita bisa makan enak sekaligus menjaga kesehatan. Semua itu dimulai dari diri anda, dari hal terkecil untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Kalo bukan kita siapa lagi??!

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    sirius_snape said,

    beritanya bagus ya, cukup menarik. diperbanyak lagi ya kalo bisa berita2nya. ditunggu..

  2. 2

    sirius_snape said,

    bahasa cukup komunikatif, berita lumayan fresh, dan secara tampilan lumayan fresh.
    cuma kurang banyak aja postingan unt newsnya. jadi belom bisa dan ada pembanding.
    oke sukses unt tugas UAS Fanie dan tream.
    Gbu y Fan. @_@


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: